Minggu, 17 Juli 2011

Materi sejarah kelas X , semester 1


MATERI  SEJARAH  KELAS X, SEMESTER  1

BAB I

A. PENGERTIAN  DAN RUANG LINGKUP  SEJARAH

a.               Asal – Usul  Kata Sejarah
           Sejarah sering dipahami sebagai sesuatu yang berhubungan denganmasa lampau. Kata sejarah berasal dari SYAJARATUN yang berarti pohon. Sejarah diumpamakan menyerupai perkembangan sebuah pohon. Dalam bahasa Inggris sejarah = History yang berarti masa lampau, dalam bahasa Jerman sejarah = geschicht berarti sesuatu yang telah terjadi.
           History berasal dari bahasa Yunani kuno historia, yang berarti belajar dengan cara bertanya. Menurut Aristoteles history, pertelaan sistematis mengenai seperangkat alam tanpa mempersoalkan susunan kronologisnya. Sedangkan Historia diartikan sebagai pertelaan mengenai gejala – gejala alam dalam urutan kronologis. Istilah history pada mulanya bukan sejarah seperti sejarah dalam pengertian sekarang, tetapi sebagai ilmu pengetahuan atau sains.
Terdapat kata arab lain yang memiliki arti hampir sama seperti silsilah, riwayat, hikayat, kisah, tarikh. Silisilah menunjuk pada keluarga dan nenek moyang. Riwayat atau hikayat dikaitkan dengan cerita yang diambil dari kehidupan, baik perorangan maupun keluarga. Riwayat berarti laporan atau cerita tentang kejadian. Hikayat, cerita tentang kehidupan yang menjadikan manusia sebagai obyeknya disebut dengan biografy. Jika objek ceritanya seseorang, dirisendiri disebut outobiografy.
            Tarikh mengandung arti cerita tentang kejadian pada masa lampau. Dalam bahasa nusantara terdapat kata yang mirip sejarah, seperti babad,tambo, pustaka dan cerita.

b.         Ciri utama sejarah
            Cara berpikir sejarah berbeda dengan cara berpikir ilmu pengetahuan alam, perhatian sejarah terfokus pada pengalaman dan tindakan manusia, peristiwa – peristiwa dan kejadian – kejadian. Ciri sejarah , sejarah merupakan :
1.      Peristiwa yang abadi, tidak berubah, dikenang masa
2.      Peristiwa unik, hanya terjadi satu kali, tidak terulang persis sama
3.      Peristiwa penting, dijadikan momentum, mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.

c.          Definisi dan pengertian sejarah
        Definisi : sebagai pernyataan secara eksplisit tentang konotasi suatu trem ( istilah )
1.         HERODOTUS ( 484 – 425 ). Sejarah tidak berkembang kearah masa depan dengan tujuan pasti, bergerak seperti lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia. Herodotus dijuluki sebagai bapak sejarah.
2.         ARISTOTELES. Sejarah berhubungan dengan hal – hal partikular dan hal – hal yang sudah terjadi
3.         FRANCIS BACON. Sejarah mempelajari hal – hal yang berkisar dalam waktu dan tempat dengan menggunakan ingatan sebagai instrumen insensial.
4.         VICO. Sejarah adalah disiplin ilmu pertama manusia
5.         IBN KHALDUN (1332 – 1406 ). Sejarah adalah pengetahuan tentang proses – proses berbagai realitas dan sebab mesababnya secara mendalam.
6.         COLINGWOOD. Sejarah, merupakan ilmu atau suatu jawaban atas pertanyaan – pertanyaan tentang masalah tindakan manusia pada masa lalu.
7.         EDWARD HARLOTT CARR. Sejarah adalah proses interaksi antara sejarawan dengan fakta – fakta yang ada padanya, suatu dialog tiada henti – hentinya antara masa sekarang dengan masa silam.
8.         ROBERT V.DANIEL. sejarah adalah kenangan dari tumpuan masa silam. Yaitu hal – hal yangditangkap oleh memori manusia terhadap peristiwa yang ia lihat
9.         JOHN TOSH. Sejarah adalah memori kolektif. Masyarakat memiliki ingatan secara bersama – sama tentang masa lalunya. Masa lalu dapat mengenalkan siapa identitas sosial dirinya.
10.     J. BANK. Sejarah adalah semua peristiwa, kejadian masa lampau, sejarah dapat membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa sekarang, masa yang akan datang.
11.     BEVERLEY  SOUTHGATE. Sejarah adalah studi masa lampau, suatu studi yang secara ideal merupakan suatu penyajian masa lalu sebagaimana adanya.
12.     ROBIN WINK. Sejarah adalah studi tentang manusia, manusia dalam kehidupan masyarakat.
13.     SIR CHARLES FITH. Sejarah merupakan rekaman kehidupan manusia .
14.     R. MOH. ALI. Sejarah adalah =
a.    Keseluruhan perubahan, kejadian, peristiwa, kenyataan  - kenyataan yang telah terjadi disekitar kita
b.   Cerita tentang perubahan – perubahan itu
c.    Ilmu yang menyelidiki tentang peerubahan yang benar – benar terjadi pada masa lampau
15.     SARTONO KARTODIRJO. Sejarah dibatasi oleh dua pengertian, yaitu sejarah dalam arti subjektif dan sejarah dalam arti objektif. Dalam arti subjektif, adalah bentuk yang disusun oleh penulis sebagai sebagai suatu uraian atau cerita. Dalam arti objektif menunjuk kepada kejadian atau peristiwa sejarah itu sendiri, terlepas dari unsur – unsur subjektif penulisnya.
16.     KUNTOWIJOYO. Sejarah memiliki sifat yang diakronis yaitu memanjang dalam waktu, membicarakan dalam rentang waktu. Sejarah bersifat ideografis, karena sejarah selalu menggambarkan, menceritakan, dan memaparkan sesuatu. Sejarah bersifat unik, karena peristiwa sejarah hanya terjadi pada saat dan waktu tertentu, tidak terulang lagi dan hanya sekali terjadi. Sejarah juga bersifat empiris, artinya sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sebenarnya.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan sejarah adalah :
a.          Studi tentang manusia sebagai individu maupun kelompokdalam konteks waktu dan ruang.
b.         Studi tentangkehidupan masyarkata yang senantiasa mengalami perubahan
c.           Merupakan cerita masa lampau
d.         Gambaran masa lalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai mahkluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap meliputi urutan fakta masa lalu dengan tafsiran dan penjelasan yang memberikan pengertian dan pemahaman tentang apa  yang telah berlalu.

B. HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP SEJARAH.
1. Sejarah sebagai peristiwa.
Sejarah sebagai peristiwa adalah kejadian, kenyataan, dan aktualitas.
Agar suatu peristiwa menjadi sejarah, maka peristiwa tersebut merupakan rangkaian sebab akibat, merupakan hasil tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu pada masa yang telah lalu dan dilakukan ditempat yang terentu. Peristiwa – peristiwa yang terjadi masa lampau menjadi materi yang sangat penting dalam ilmu sejarah. Sejarah sebagai peristiwa merupakan sejarah sebagaimana mestinya / historie realite. Tidak semua peristiwa dimasa lalu dianggap sebagai sejarah. Suatu peristiwa dianggap sebagai sejarah jika peristiwa itu dapat dikaitkan dengan peristiwa yang lain sebagai bagian dari proses atau dinamika dalam suatu konteks history. Antara perstiwa yang satu dengan yang lain terdapat hubungan sebab akibat. Kesinambungan antara peristiwa yang satu dengan yang lain dalam hubungan sebab akibat terdapat konteks waktu, pelaku, dan tempat. Sejarah sebagai peristiwa pada dasarnya adalah objektif. Objektivitas sejarah sebagai peristiwa terletak pada fakta yang terkait dengan peristiwa yang benar – benar terjadi.
2.  Sejarah sebagai kisah.
     Huizinga, sejarawan Belanda mengatakan bahwa sejarah adalah suatu kisah yang telah berlaku, sebagaimana dikisahkan ( histoire recite ) sejarah mencoba menangkap dan memahami sejarah sebagaimana terjadinya. Sejarah sebagai kisah merupakan narasi yang disusun berdasarkan memori, kesan atau tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Sejarah sebagai kisah bersifat subjektif. Subjektivitas tersebut terjadi lebih banyak disebabkan oleh faktor – faktor antara lain  :
a.      Kepentingan atau interes dan nilai – nilai.
           Kepentingan dalam penulisan sejarah sangat ditentukan oleh tujuan penulis. Misal dalam penulisan sejarah sebagai mata pelajaran disekolah, maka sangat menonjol kepentingan negara. Penulisan sejarah daerah, menonjolkan kepentingan daerah. Dsb.
b.      Kelompok sosialnya.
Sejarawan, wartawan, guru, penulis dll, merupakan bentuk profesi yang disebut juga kelompok sosial. Setiap kelompok sosial kemungkinan akan berbeda memberikan interpretasi terhadap sejarah yang ditulisnya. Sejarawan akan menulis sejarah dengan menggunakan kaidah – kaidah akademik dari ilmu sejarah. Guru, menampilkan penulisan sejarah untuk kepentingan nilai- nilai pendidikan.
c.       Perbendaharaan pengetahuan.
Seorang saksi yang melihat suatu peristiwa sejarah akan memiliki pengetahuan fakta yang lebih banyak dibanding orang yang tidak melihat langsung, walau orang tersebut mengetahuinya. Dalam mengisahkan suatu peristiwa sejarah, seorang sejarawan akan menggunakan analisis berdasarkan metodologi dan teori yang digunakan. Lain halnya dengan orang yang bukan sejarawan, kisah sejarah lebih banyak berupa cerita yang sebatas pada rentetan waktu, peristiwa. Seleksi terhadap fakta – fakta sejarah tidak bersifat analisis.
d.      Kemampuan berbahasa.
Penulisan sejarah pada dasarnya merupakan suatu kemampuan merekontruksi sumber – sumber sejarah berbentuk cerita. Bagaimana sejarawan merekontruksi fakta – fakta atau bukti sejarah yang kemudian disusun dalam bentuk cerita sejarah. Untuk merekontruksi dibutuhkan kemampuan berimajinasi dan kemampuan berbahasa. 
Peristiwa – peristiwa masa lampau meninggalkan jejak, jejak – jejak tersebut kemudian digunakan / dipakai untuk menyusun kisah sejarah.

3.  Sejarah sebagai Ilmu.
     Sebagai ilmu, sejarah memiliki sejumlah masalah, bukti dan fakta yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. Pembuktian itu dilakukan melalui serangkaian penelitian dan hipotesa dengan menggunakan metode penelitian tertentu. Sejarah merupakan ilmu yang empiris, karena sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia, pengalaman- pengalaman itu kemudian direkam sebagai dokumen, dari dokumen ini sejarawan menemukan fakta sejarah. Sebagai ilmu sejarah memiliki penalaran yang teratur  dan sistematik, runtut dan konsep yang jelas. Sejarah Sebagai ilmu muncul pada abad ke 19. Ilmu pengetahuan sejarah meliputi :
a.    Uraian peristiwa dan kejadian yang benar – benar terjadi pada masa lampau
b.   Uraian tentang kenyataan dan fakta yang mendukung semua peristiwa atau kejadian yang pernah ada.
c.    Metodelogi sejarah yang digunakan untuk menguji dan menganalisa semua fakta dan sumber yang ada untuk membuktikan kebenarannya.
Menurut KUNTOWIJOYO, sejarah adalah ilmu tentang waktu, dalam dimensi waktu terjadi empat hal yaitu, perkembangan, kesinambungan, pengulangan, perubahan.
1.   Perkembangan. Masyarakat sebagai objek sejarah mengalami perkembangan yang terus menurus.
2.   Kesinambungan. Masyarakat yang mendapat pengaruh dari masyarakat lain akan mengambil alih sistem yang ada pada masyarakat yang bersangkutan. Seperti kerajaan di Indonesia yang mengambil alih sistem pemerintahan di India.
3.   Pengulangan. Adanya pengulangan peristiwa dalam sejarah, meskipun pegulangan itu tidak peris sama.
4.   Perubahan. Peristiwa yang dapat mengakibatkan perubahan antara lain : revolusi, krisis ekonomi, modernisasi, globalisasi. Peristiwa yang membawa perubahan mnegakibatkan perubahan tatahidup suatu masyarakat.
Sejarah sebagai Ilmu memiliki ciri :
1.      Empiris. Sejarah bergantung pada pengalaman manusia yang direkam dalam dokumen
2.      Objek. Objek sejarah adalah manusia dan waktu
3.      Teori. Ilmu sejarah memiliki ilmu yang disebut filsafat sejarah kritis.
4.      Metode.Metode yang dipakai adalah metode pengamatan yang didukung bukti sejarah
5.      Generalisasi. Dalam sejarah terdapat kesimpulan – kesimpulan umum, sejarah besifat ideografis. Sedang ilmu lain bersifat nomothetis.
5.   Sejarah sebagai seni.
Banyaknya fakta yang terkumpul yang terkumpul dibutuhkan daya imajinasi dan kreativitas tinggi untuk menghubungkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Dalam mengungkapkan fakta sejarah,sejarawan, dapat saja menuliskan dalam bentuk syair, seperti Empu Prapanca menulis kitab Nagarakertagama. Penulisan sejarah sebagai sei memiliki beberapa kelemahan antara lain :
1.      Berkurangnya ketepatan atau acuracy dari obyektivitas tulisan sejarah artinya tidak ketepatan atau kesesuaian antara tulisan sejarah dengan fakta yang menjadi sumber tulisan berkurang, berkurangnya objektivitas artinya seseorang dapat saja tidak tepat menginterprestasikan / menafsirkan fakta untuk ditulis, bisa saja penulis memasukan pandangan pribadinya.
2.      Penulisan sejarah akan terbatas pada objek – objek yang dapat dideskripsikan, tema tema lain yang sering menyajikan data kuantitatif tidak dapat ditulis.

Menurut Mills, Spencer dan Comte, metode ilmu alama dapat digunakan untuk mempelajari sejarah tanpa modifikasi lebih lanjut. Dithley berpendapat, sejarah adalah pengetahuan tentang rasa, sejarah memerlukan pemahaman dan pendalaman akan bahan – bahan yang dihadapinya. Sejarah tidak hanya mempelajari segala gerakan dan perubahan yang tampak dipermukaan tetapi juga mempelajari motivasi yang mendorong terjadinya perubahan itu. Sejarah juga mempelajari suatu proses dinamis dari kehidupan manusia yang didalamnya terlihat hubungan sebab akibat.
Sejalan dengan penggunaan metode ilmiah, tetap terdapat jiwa sejarah itu sendiri yaitu jiwa manusia.

Berdasarkan pernyataan Dithley, maka pemahaman dengan cara imajinatif mampu menjadikan fakta sejarah lebih hidup dan lebih bearti. Tugas untuk menghidukan kembali kehidupan manusia dimasa lampau sangat mirip dengan menulis cerita, novel atau syair.

GENERALISASI, PERIODISASI, KRONOLOGI, KRONIK  DAN HISTORIOGRAFI  DALAM SEJARAH

KONSEP GENERALISASI DAN PERIODISASI DALAM ILMU SEJARAH

Generalisasi adalah menyimpulkan dari khusus ke umum. Ada dua tujuan Ada dua tujuan generalisasi yaitu, untuk saintifikasi, artinya sejarah juga melakukan penyimpulan umum, dan untuk simpklikasi. Generalisasi sejarah sering dipakai untuk mengecek teori yang lebih luas karena teori ditingkat yang lebih luas kerap kali berbeda dengan generalisasi sejarah di tingkat yang lebih sempit. Misal, bagi Marxisme semua revolusi adalah perjuangan kelas. Ternyata generalisasi ini tidak benar. Misal di Indonesia, revolusi bukan perjuangan kelas.
         Ada banyak generalisasi sejarah, salah satu diantaranya adalah generalisasi periodik atau periodisasi. Contoh periodisasi dalam sejarah terlihat dalam pembagian sejarah perkembangan budaya manusia  oleh para ahli dibagi atas dua periode :
a. Zaman prasejarah, zaman manusia belummengenal tulisan
b.Zaman sejarah, jaman manusia sudah mengenal tulisan.

Periodisasi berarti tingkat perkembangan masa atau pembabakan suatu masa. Untuk mempermudah pemahaman dan pembahasan sejarah kehidupan manusia, para ahli menyusun suatu periodisasi sejarah atau pembabakan masa sejarah.
Periodisasi dapat dilakukan berdasarkan perkembangan politik, sosial ekonomi, kebudayaan, agama. Dengan adanya periodisasi akan diketahui perkembangan kehidupan manusia, kesinambungan anatara periode yang satu dengan periode yang lainnya, apakah ada pengulangan fenomena yang terjadi dan perubahan dari periode awal samapai periode berikutnya.

KRONOLOGIS.
Istilah kronologis  dipahami sebagai urutan peristiwa yang disusun berdasarkan waktu terjadinya. Kronologis merupakan kata yang berasal dari bahasaYunani yaitu, chronos ( waktu )dan  logos ( ilmu ). Dalam kamus umum Bahasa Indonesia, kronologi dipahami sebagai ilmu pengukuran berdasarkan kesatuan waktu dan urut – urutan waktu dari sejumlah kejadian atau peristiwa tertentu. Dalam ilmu sejarah kronologi adalah ilmu untuk menentukan waktu terjadinya suatu peristiwa dan tempat peristiwa berdasarkan urutan waktu.
Catatan tentang tahun terjadinya suatu rentetan peristiwa sejarah disebut kronik. Salah satu cara untuk menunjukan tatanan kronologis dimana peristiwa – peristiwa terjadi adalah dengan penggunaan garis waktu. Contoh kronologi sejarah Indonesia :
1.  Zaman prasejarah ( sebelum abad ke 4 M)
2.  Zaman Hindu – Budha  ( abad  ke 4 M – 15 M  )
3.  Zaman perkembangan Islam ( Abad ke 7 M – 16 M )
4.  Zaman Penjajahan Belanda ( abad ke 16  - 1942 )
5.  Zaman Pendudukan Jepang  1942 – 1945
6.  Zaman  kenerdekaan  awal th 1945
7.  Zaman  Revolusi  1945 – 1949
8.  Zaman  Orde lama  1949 – 1966
9.  Zaman  Orde Baru 1967 – 1998
10.  Zaman  Reformasi  1998 – sekarang

HISTORIOGRAFI
Berasal dari kata Histori ( sejarah ) Grafi ( deskripsi atau penulisan ). Historiografi  berarti penuliasan sejarah. Beberapa bentuk hostoriografi tradisional antara lain, babad, hikayat, tambo, silsilah, dll. Historiografi merupakan rekaman tentang segala sesuatu yang pantas dicatat sebagai bahan pelajaran tentang perilaku yang baik.

KEGUNAAN SEJARAH
Kegunaan sejarah dapat dilihat secara intrinsik maupun ekstrinsik.
1.      GUNA SEJARAH SECARA INSTRINSIK
Sejarah berguna sebagai ilmu, sebagai cara mengetahui masa lampau, sebagai pernyataan pendapat dan sebagai profesi. Sebagai ilmu sejarah adalah ilmu yang berkembang dan
2.   GUNA SEJARAH SECARA  EKSTRINSIK
     Secara ekstrinsik sejarah dapat memberikan sumbangan bagi berbagai aspek pendidikan diluar kepentingan keilmuan sejarah. Sejarah mempunyai fungsi pendidikan moral, penalaran politik, kebijakan, perubahan, masa depan, keindahan, dan ilmu bantu.
a.    Fungsi edukatif
Nilai – nilai sejarah yang mengandung unsur pendidikan. Seperti nilai kebenaran, kejujuran, kearifan, keadilan, keberania, rela berkorban. Masa lalu harus menjadi pelajran dalam menatap hari esok yang lebih baik. Sejarah adalah guru kehidupan ( Historia Magistra Vitae )
b.    Fungsi Inspiratif. Sejarah banyak menghasilkan berbagai karya. Karya – karya tersebut banyak memberikan inspirasi bagi seniman untuk berkreasi dalam menciptakan karya – karyanya. Misal, kemampuan teknologi bangunan candi borobudhur, dapat memberikan inspirasi bagi para ahli bangunan. Relief candi dapat memberikan inspirasi bagi seniman, dsb.
c.     Fungsi instruktif. Instruktif secara harfiah dapat diartikan pengajran. Konteks ini memberikan arti ketrampilan yang diperoleh dari pengajaran sejarah, berupa ketrampilan berpikir maupun ketrampilan yang bersifat fisik
d.    Fungsi rekreatif. Dapat mengandung pengertian wisata sejarah. Karya sejarah yang berupa peninggalan fisik banyak memberikan kesan kepada masyarakat, kesan tersebut dapat berupa kesan fisik dan non fisik. Kesan fisik misalnya, orang kagum akan nilai seninya sehingga orang menjadi tertarik untuk melakukan kunjungan wisata ke tempat – tempat bersejarah. Kesa non fisik , bisa dilihat dari nilai – nilai yang terkandung dalam bangunan fisik tersebut, misalnya wisata ke masjid demak, dengan tujuan meningkatkan spiritualitas.
e.     Pendidikan politik. Nilai – nilai politik sangat kelihatan dalam penulisan sejarah, terutama sejarah yang ditulis pemerintah atau sejarah yang merujuk pada kepentingan pemerintah. Sejarah yang diajarkan di sekolah memiliki misi pendidikan politik yaitu menciptakan warga negara yang baik.
f.      Fungsi pendidikan masa depan. Sejarah adalah suatu studi tentang kehidupan manusia dalam konteks waktu. Waktu dalam pengertian sejarah dapat berupa sebuah garis lurus kedepan yang menunjukan kesinambungan antara masa lalu, masa sekarang dan masa depan.

JENIS - JENIS SEJARAH.

Peristiwa atau kejadian dalam sejarah dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis sejarah. Jenis – jenis sejarah yang dimasud adalah sebagai berikut :
1.  Sejarah lokal. Sejarah lokal mengandung pengertian bahwa suatu peristiwa yang terjadi hanya meliputi suatu daerah dan tidak menyebar kedaerah lain. Misal sejarah terjadinya bledug Kuwu, sejarah berdirinya kota purwodadi. Dsb.
2.   Sejarah Nasional. Suatu peristiwa yang terjadi mencakup kawasan yang lebih luas, yang terjadi dalam suatu negara dan dapat mempengaruhi kehidupan bangsa dalam berbagai sektor kehidupan, seperti politik, sosial, budaya, dll. Contoh sejarah nasional : peristiwa pembrontakan G 30 S PKI, Dekrit Presiden, dll
3.   Sejarah dunia. Suatu peristiwa yang dapat mempengaruhi perkembangan dunia internasional. Contohnya : Perang Dunia 1 dan PD 2.
4.   Sejarah geografi. Geografi mempelajari tentang geologi, flora, fauna, manusia. Masalah – masalah sejarah juga memiliki keterkaitan dengan masalah geografi. Sejarah membahas peristiwa – peristiwa yang terjadi disuatu wilayah. Oleh karena itu perkembangan sejarah tidak pernah dipisahkan dari keadaan geografis suatu daerah.
5.   Sejarah ekonomi. Ekonomi merupakan suatu pengetahuan yang membahas upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Keadaan seperti ini yang kemudian menibulkan terjadinya sistem ekonomi dalam masyarakat. Perkembangan kehidupan perekonomian dimulai dari masa berburu dan meramu, bercocoktanam, pertukangan, industri, teknologi.
6.   Sejarah ketatanegaraan dan politik pemerintahan. Sejarah katatanegaraan atau politik biasanya membicarakan perkembangan ketatanegraan suatu negara atau wilayah.
7.   Sejarah sosial. Membicarakan tentang perkembangan kehidupan masyarakat. Misal zaman Neolithikum, kehidupan masyarakatnya merupakan masayarakat berburu  dan meramu dengan menggunakan alat- alat dari batu. Pada masa penyebaran Islam, kerajaan – kerajaan di Indonesia tata masyarakatnya diatur menurut hukum islam. Dsb.


BAB  2
TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA  MASA
 PRA AKSARA  DAN MASA AKSARA

CARA MASYARAKAT MEWARISKAN MASA LALU
Ada dua aspek utama dari peninggalan masa lalu yang tidak boleh dilupakan, pertama peninggalan ,masa lalu yang bersifat material, kedua, peninggalan masa lalu yang bersifat non material ( misal pandangan atau falsafah hidup, cita – cita, etos, nilai, norma dll. Ada beberapa cara untuk mewariskan masa lalu pada masyarakat, diantaranya :
a.    Melalui keluarga. Dalam keluarga seseorang diperkenalkan dengan unsur – unsur utama kebudayaan. Yang diwariskan adalah kebudayaan material dan nonmaterial. Kebudayaan non material seperti kepercayaan, nilai, norma, agama, cerita dongeng yang menjadi perhatian keluarga. Nilai, mengacu pada gagasan abstrak mengenai apa yang masyarakat baik, benar dan yg diinginkan. Norma merupakan perwujudan nilai yang berupa aturan sosial dan acuan – acuan yang memberi pedoman bagi prilaku. Norma mencakup, kebiasaan / folksway, adat – istiadat/ mores, hukum. Bahasa mencakup bahasa tubuh / gesture dan bahasa verbal.
Ada dua cara sosialisasi dalam keluarga pada masyarakat sebelum mengenal tulisan yaitu : 
·         Adat istiadat. Diwariskan secara langsung misalnya dengan mengajarkan secara langsung. Secara tidak langsung dengan memberikan contoh perilaku
·         Cerita dongeng. Pada cerita dongeng disisipkan pesan mengenai sesuatu yang dipandang baik untuk dilakukan maupun sesuatu yang tidak baik.
b.   Melalui masyarakat. Masyarakat adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan budaya, wilayah, identitas,  dan berinteraksi dalam suatu hubungan sosial yang terstruktur. Cara untuk mewariskan kebudayaan melalui :
·         Adat istiadat. Adat istiadat dapat menjadi sarana mewariskan masa lalu kepada generasi penerus. Misal pewarisan sifat gotong – royong.
·         Pertujukan hiburan. Misal pertunjukan wayang. Pertunjukan wayang dilakukan dengan tujuan mendatangkan roh nenek moyang. Dr. J.L. Brandes ( Belanda ) menemukan 10 pokok kehidupan masyarakat indonesia sebelum mengenal tulisan yaitu :
1.      Bercocok tanam disawah
2.      Mengenal prinsip dasar permainan wayang untuk mendatangkan roh
3.      Mengenal seni gamelan
4.      Pola susunan masyarakat macapat. Suatu ibu kota selalu terdapat alun – alun, yang dikelilingi istana, tempat ibadah, pasar dan penjara.
5.       Mengenal alat tukar dalam perdagangan
6.      Membuat barang – barang dari logam
7.      Pandai membatik
8.      Memiliki kemampuan tinggi dalam pelayaran
9.      Mengenal astronomi
10.  Susunan masyarakat teratur
·         Kepercayaan  masyarakat. G. Coedes ( Perancis ) menyatakan  bahwa masyarakat indonesia sebelum mengenal tulisan telah memiliki 10 unsur pokok peradaban salah satunya  adalah kepercayaan yang berbentuk animisme, dinamisme, monoisme. 10 unsur tersebut adalah :
1.      Memelihara ternak
2.      Mengenal ketrampilan undagi / pertukangan
3.      Sistem kekerabatan matrilineal
4.      Kepercayaan, animisme, dinamisme, pemujaan roh leluhur
5.      Mengenal oragnisasi pembagian air untuk pertanian
6.      Mengenal pengetahuan pelayaran
7.      Kepandaian membuat barang – barang dari tanah liat,
8.      Kepercayaan pada penguasa gunung
9.      Cara pemakaman dengan menggunakan dolmen atau kubur batu
10.  Mitologi pertentangan dua unsur kosmos

PENGALAMAN MASA LALU BAGI MASYARAKAT PRA AKSARA

          Pengalaman masa lalu bagi masyarakat yang belum mengenal tulisan ( masa prasejarah ) selalu diakitakan dengan alam. Terdapat juga pemikiran yang bersifat magis religius adanya kekuatan magis yang menjadi aktor penentu perubahan dalam hidup, bahwa perubahan itu terjadi karena kutukan dewa. Misalnya banjir, tanah longosr, gunung meletus, atau gagal panen.

         Pemikiran manusia dalam melihat asal usul kejadian bersifat irasional, manusia merupakan bagian dari sebuah kekuatan besar yang berada diluar dirinya. Manusia adalah objek perubahan, kedudukan manusia bersifat subordinatif.

         Pengabdian peristiwa masa lalu dilakukan melalui cerita dari mulut ke mulut dari generasi ke generasi berikutnya. Cara penceritaan tersebut kemudian dikenal dengan istilah tradisi lisan. Fungsi utamanya adalah pewarisan dan perekaman terhadap apa yang terjadi pada masa lalu menurut pandangan suatu kelompok masyarakat. Disini tradisi lisan berfungsi sebagai alat “ mnemonik “ yaitu usaha untuk merekam, menyusun, menyimpan pengetahuan demi pengajaran dan pewarisannya dari satu generasi ke generasi.
         Jan Vansina menyebutkan bahwa kesaksian lesan yang disampaikan secara verbal dari generasi ke generasi disebut oral tradition. Selain aspek kesejarahan didalam tradisi lisan ditemukan nilai – nilai moral, kepercayaan, adat istiadat, cerita khayal, peribahasa dan mantra.
         Menurut kamus bahasa indonesia, kata tradisi berasal dari bahasa latin traditio yang berarti kabar atau penerusan sehingga tradisi dapat diartikan kabar atau hal yang dikabarkan yang diteruskan dari generasi ke generasi.

Ciri – ciri tradisi lisan antara lain :
1.      Pesan – pesan disampaikan secara lisan, baik lewat ucapan, nyanyian, musik
2.      Tradisi lisan berasal dari generasi sebelum generasi yang sekarang
3.      Cara penuturannya lama, karena kisah yang disampaikan sangat panjang dan cederung menggunakan bahasa hyperbola
4.      Tersusun dari serangkaian peristiwa yang benar – benar terjadi
5.      Pada umumnya dalam setiap penyampaian memiliki kerangka yang sama. Penyampai cerita bebas melakukan improvisasi
6.      Kedudukan si pencerita beragam dari masyarakat yang bersangkutan .
Jenis – jenis Tradisi lisan :
1.   Petuah. Petuah merupakan rumusan kalimat yang dianggap mempunyai makna khusus bagi kelompok masyarakat, dimana petuah itu berlaku. Petuah disampaikan berulang – ulang, tujuannya untuk menegaskan pandangan kelompok untuk dijadikan pegangan bagi generasi berikutnya.
2.   Kisah perseorangan atau kisah kelompok. Adalah kisah tentang kejadian disekitar kelompok masyarakat tersebut. Inti kisahnya berkaitan dengan fakta tertentu. Tetapi sering disamarkan dengan unsur magis religi, fakta disampaikan sesuai dengan selera penuturnya artinya diberi tambahan, maka kisah ini sering disebut sebagai gosip sejarah / historical gossip.
3.   Cerita kepahlawanan. Biasanya digambarkan tindakan kepahlawanan yang membuat kagum bagi kelompok pemiliknya. Ceritanya berpusat pada tokoh tertentu, berdimensi historis dan magis religius. Contoh, cerita entong gendut, si pitung, cut nyak dien dll.
4.   Dongeng. Pada umumnya tidak memiliki fakta riil. Berfungsi sebagai hiburan, terdapat nasehat, pertentangan antara yang baik dan yang buruk

TRADISI MASYARAKAT  MASA PRAAKSARA
            Setiap kebudayaan memiliki tradisi sejarah yang berkaitan dengan sistem perikehidupan masyarakat, berupa sistem kepercayaan, sistem mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem budaya dan seni dan sistem pengetahuan.

a.      Sistem kepercayaan. Diperkirakan mulai tumbuh pada masa berburu dan mengumpulkan makanan. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya beberapa lukisan dinding, sperti lukisan cap tangan yang berwarna merah melambangkan perlindungan dari kekuatan roh jahat, lukisan perahu simbul kendaraan nenek moyang kealam baka. Sistem kepercayaan ini berpusat pada pemujaan roh nenek moyang. Pemujaan terhadap roh nenek moyang bertujuan agar arwah nenek moyang dapat hidup tenang dialam baka, penguburan dilakukan dengan upacara tertentu. Muncul peran dukun atau shaman yang menjebatani kehidupan nyata dengan kehidupan akhirat. Kepercayaan ini terus berkembang pada masa bercocok tanam hingga masa perundagian
b.      Sistem mata pencaharian. Tatanan perekonomian lebih tergantung pada aktivitas berburu dan meramu, dengan ditunjang pengembangan teknologi sederhanaseperti peralatan dari batu, anak panah. Perdagangan dilakukan dengan barter. Pada Masa bercocok tanam sudah mengenal pengetahuan tentang musim, bibit tanaman, alat – alat pertanian. Dikenal juga sistem pembagian kerja antara pria, wanita dan anak –anak.
c.       Sistem kemasyarakatan. Pada masa berburu dan meramu manusia hidup berkelompok yang terdiri atas keluarga kecil dengan sistem pembagian kerja yang belum jelas.
Proses perubahan tata hidup terus berlangsung secara perlahan, mulai tumbuh ikatan – ikatan sosial antar individu, antar keluarga, antar kelompok. Pada masa perundagian tata kemasyarakatan semakin teratur , didalam kelompok masyarakat / suku muncul golongan – golongan masyarakat seperti pemimpin agama, petani, tukang, ketua / kepala suku yang dipilih secara demokratis. Dikenal juga sistem penataan kampung. Di jawa misalnya, terdapat sistem macapat yaitu suatu tatacara yang didasari pada jumlah empat dengan pusat pemerintahan terletak ditengah – tengah wilayah .
d.      Sistem budaya dan seni. Pada masa berburu sudah mengenal seni lukis didinding gua, seni ukir. Masa bercocok tanam sampai masa perundagian mulai mengenal perhiasan dari batu dan kulit kerang, seni membatik, seni membuat gamelan, seni wayang. Beberapa jenis kesenian merupakan bagian dari upacara ritual menghormati arwah nenek moyang.
e.       Sistem pengetahuan. Pada masa berburu dan meramu sudah mengenal pengetahuan cara pembuatan api, proses pembuatan alat – alat dari batu. Masa bercocok tanam sampai dengan masa perundagian sudah mengenal pengetahuan astronomi, pengetahuan musim, teknologi pelayaran, menangkap ikan, teknologi penuangan perunggu. Pengetahuan bercocok tanam, pengetahuan pembuatan perahu layar.
f.        Sistem bahasa. Bahasa yang tersebar diseluruh wilayah nusantara termasuk dalam rumpun bahasa melayu austronesia atau bahasa melayu kepulauan selatan. Setelah mendapat pengaruh bahsa sansekerta bahasa melayu menjadi bahasa resmi atau bahasa prasasti, menjadi bahasa pergaulan dalam perdagangan, menjandi bahasa lingua franca di nusantara.

JEJAK SEJARAH DI DALAM FOLKLORE, MITOLOGI, LEGENDA, UPACARA, DAN LAGU DAERAH.

FOLKLORE. Foklore dalam bahasa inggris terdiri atas dua kata, folk dan lore. folk = kolektif = di artikan sebagai sekelompok orang yang memiliki ciri – ciri pengenalan fisik, sosial dan budaya yang sama sehingga dapat dibedakan dari kelompok yang lain ( Alan Dundes ). Ciri itu meliputi warna kulit, bentuk rambut, mata pencaharian, bahasa, agama yang sama. Mereka memiliki tradisi yang diwariskan secara turun temurun, mereka sadar akan identitas kelompok mereka. Lore = tradisi folk, yakni sebagian kebudayaan yang diwariskan secara lisan atau melalui suatu contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat bantu pengingat ( mnemonic device ) . pengertian folklore adalah, sebagian kebudayaan suatu kolektif yang tersebar dan diwariskan secara turun temurun, secara tradisional dalam versi yang berbeda baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai gerak isyarat atau alat bantu.

Fungsi folklore =
1.      Sebagai sistem proyeksi, alat cermin angan – angan suatu kelompok
2.      Alat pengesahan pranata – pranata dan lembaga – lembaga kebudayaan
3.      Alat mendidik anak – anak
4.      Alat pemaksa dan penggagas norma – norma agar masyarakat mematuhinya.
James Danajaya, menyebutkan 9 ciri folklore :
1.      Penyebaran dan pewarisannya dilakukan secara lisan
2.      Tradisional, disebarkan dalam bentuk yang relatif tetap atau dalam bentuk standar
3.      Ada / exist dalam versi – versi bahkan varian yang berbeda. Folklore dapat dengan mudah mengalami perubahan, perbedaannya hanya pada bagian luar sedang bentuk dasarnya sama
4.      Anonim. Penciptanya tidak diketahui
5.      Mempunyai bentuk berumus atau berpola, cerita rakyat misalnya selalu menggunakan kata kata “ sohibul hikayat”, “ menurut yang empunya cerita “… konon  ceritanya dsbnya.
6.      Mempunyai kegunaan, sebagai alat pendidik, pelipur lara, protes sosial, proyeksi keinginan terpendam.
7.      Pralogis. Mempunyai Logika tidak sesuai dengan logika umum
8.      Milik bersama / collective
9.      Bersifat polos dan lugu. Sehingga kelihatan kasar, spotan, merupakan proyeksi emosi manusia yang paling jujur

    

3 komentar:

  1. Terimakasih artikelnya (: Sangat bermanfaat bagi pelajar

    BalasHapus
  2. kalo cara berfikir sejarah dalam mempelajari peristiwa sejarah gimana?

    BalasHapus
  3. terima kasih yaa, sgt membantu :)

    BalasHapus